Kamis, 22 Oktober 2015

ESENSI ZAKAT DILIHAT DARI ILMU PENGUKURAN TEKNIK



PENGUKURAN DALAM ILMU TEKNIK

Dalam ilmu teknik pengukuran adalah suatu pembandingan antara suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis secara eksperimen dan salah satu besaran dianggap sebagai standar. Dalam pengukuran listrik terjadi juga pembandingan, dalam pembandingan ini digunakan suatu alat Bantu (alat ukur). Alat ukur ini sudah dikalibrasi, sehingga dalam pengukuran listrikpun telah terjadi pembandingan. Sebagai contoh pengukuran tegangan pada jaringan tenaga listrik dalam hal ini tegangan yang akan diukur diperbandingkan dengan penunjukkan dari Voltmeter.

Pengukuran hanya akan terjadi jika mempunyai tiga syarat, yaitu:
-          Ada cara pengukuran
-          Ada alat pengukuran,
-          Ada orang yang mengukur

Pengukuran ada dua jenis, yaitu pengukuran kualitatif dan pengukuran kuantitatif. Contoh pengukuran kualitatif
·         Lampu nyala, motor bergerak, AC dingin

Jadi, kita hanya melihat dari apa yang sudah dihasilkan tanpa harus menjelaskan lebih lanjut nilai dari hasil tersebut.

Dan contoh dari pengukuran kualitatif
·         Tegangan listrik rumah adalah sebesar 220 V
·         Membeli buah semangka seberat 1 Kg
·         Suhu AC agar tidak terlalu dingin diatur 220C

Nah, yang namanya pengukuran kualitatif, tak ada hasil yang benar-benar bernilai sebesar yang ada dalam alat ukur. Yang ada hanyalah nilai yang mendekati. Misal,
Tegangan 220V tidaklah nilai yang pasti 220V, nilainya berubah-ubah. Misalnya 222V, atau 225V. Tapi dalam sebuah pengukuran nilai tersebut dibulatkan menjadi nilai standar, yaitu 220V.
Atau, berat semangka yang 1Kg tadi tidaklah benar-benar seberat 1 Kg, bisa 0,009Kg, bisa juga 1,009 Kg. Tapi dalam pengukuran diambil nilai yang mendekati nilai standarnya yaitu 1Kg.

ZAKAT dan HUBUNGANNYA DENGAN PENGUKURAN TEKNIK

Pengukuran yang telah dijelaskan di atas berhubungan erat dengan zakat. Apa hubungannya? Mari kita bahas.

Manusia telah membagi dunia ini dalam bentuk negara. Dalam satu negara manusia di dalamnya tentulah mencari kehidupan dengan caranya masing-masing. Ada dengan cara berdagang, bertani dan menjual hasil taninya, menjadi nelayan dan kemudian menjual hasil tangkapannya, ada yang menjadi pegawai negeri yang bekerja untuk negara, dan lain lain dan lain lain. Pada akhirnya setiap penghidupan rakyat dalam satu negara berkaitan satu sama lain. Contohnya seperti, pegawai membeli beras petani, petani membeli ikan nelayan, nelayan juga membeli beras dan menjual ikannya pada pegawai.

Masalahnya adalah dunia bukanlah tempat yang benar-benar bersih. Penghasilan halal tidaklah benar-benar halal. Petani tidak mendapatkan hasil penjualannya dengan benar-benar bersih, nelayan juga begitu. apalagi pegawai negeri.

Kenapa bisa begitu? jawabannya kita balikkan lagi ke masalah pengukuran.

Saat nelayan menjual hasil berasnya sebanyak 1 Kg. Yang terlihat pada timbangan memang sebanyak 1Kg, tapi apa benar-benar bersih 1Kg? Mungkin lebih, mungkin pula kurang,  tapi mendekati ke 1Kg. Kalau lebih, artinya yang membeli telah memakan hak si petani, kalau kurang, artinya sipetani telah memakan haknya si pembeli. Nelayanpun seperti itu.

Sekarang bagaimana dengan pegawai negeri? Mereka kan mendapatkan gaji perbulan? Dan bagaimana bisa gaji perbulan bisa dimasukkan kategori tidak bersih?

Oke, gaji pegawai negeri berasal dari pendapatan negara, dan pendapatan terbesar negara itu berasal dari pajak. Pajak apa? Yaa banyak. Bumi dan bangunan kena pajak, jalan kena pajak, orang jualan elektronik kena pajak, jualan mobil kena pajak.

Orang jualan miras? Kena pajak gak? Iya.
Orang jualan babi? Kena pajak gak? Iya.
Orang bisnis diskotik? Kena pajak juga? Iya.

Nah, pajak-pajak tersebut dikumpulkan menjadi satu, kemudian menjadi anggaran negara yang digunakan untuk pembangunan dan gaji para pegawai negeri.

Halalkah gaji pegawai negeri? Halal, tapi di dalamnya ada bawaan dari uang-uang yang panas kumpulan hasil pajak tadi.

Allah SWT Maha Tahu.. Allah SWT sudah tahu dari dahulu kalau manusia dalam mencari penghidupannya akan tercampur baur antara orang-orang yang mencari secara halal dan mencari secara haram. Bahkan pencarian yang halalpun tidak benar-benar bersih dalam pengukurannya. Makanya di dalam Islam diwajibkan untuk berzakat yang manfaatnya adalah untuk membersihkan jentik-jentik uang panas yang tersisa dari pencarian kita yang kita usahakan secara halal tersebut. 

 Selain itu zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, trasendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Sang Pencipta maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, antara lain :

1.    Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT

2.    Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. Sedang ia sendiri tak memiliki apa apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.

3.    Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlak mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan bathin karena terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajiban kemasyarakatan, akan selalu melingkupi hati.

4.    Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbangan dalam distribusi harta (sosial distribution), dan keseimbangan tanggungjawab individu dalam masyarakat

Demikian penjelasan hubungan antara zakat dan pengukuran teknik. Kalau semisalnya ada penjelasan saya yang salah, mohon maafkan saya dan  mohon koreksinya agar ilmu yang ada bisa lebih bertambah..Semoga tulisan yang pendek ini bisa bermanfaat! ^_^

Jumat, 16 Oktober 2015

Stress dalam Fisika dan Kehidupan serta Hubungannya





Konsep Stress
Apa itu stress? Secara teori fisika maupun teori kehidupan sebenarnya stress itu sama. Stress itu adalah gaya yang dipaksakan pada sebuah penampang entah itu secara tekanan maupun regangan. Orang bilang  stress di fisika itu gak sama dengan stress gila, well, pada kenyataannya orang gila itu adalah hasil dari stress yang berlebihan, sama seperti telur yang diberi tekanan, maka akan pecah, jadi telur pecah itu adalah hasil dari stress. Sama kaya orang gila tadi. Atau karet yang diregang sampai putus. Artinya karet itu diberi stress yang berlebihan dan akhirnya putus. Sama kaya orang gila.


Beberapa Hal Yang Menyebabkan Stress

Ada beberapa hal yang menyebabkan stress:

1.       Gravitasi
Contohnya, bayangan mantanmu yang menarik-narik kamu ke masa lalu walau itu sudah beberapa tahun yang lalu dan sampai sekarang kamu belum move on juga dan takut menjalin hubungan dengan yang baru. Atau contoh lainnya bisa juga gravitasi bumi.

2.       Gaya sentrifugal atau bahasa lainnya putaran gaya yang menjauh dari pusatnya
Contohnya, ketika kamu menyatakan cinta ke gebetan kamu, Cuma jawabannya digantung dan penjelasannya beputar-putar, dan kamu juga enggan untuk melepaskannya. Atau contoh lainnya mesin pemutar sampel darah untuk tujuan analisa

3.       Pemanasan atau pendinginan
Contohnya, ketika kamu berkendara dan terjebak macet parah, dan orang di belakangmu membunyikan klakson gak berhenti-berhenti. Atau contoh lainnya pemuaian pada rel kereta api atau kabel distribusi listrik.

4.       Tekanan
Contohnya, deadline kerja kamu Cuma tinggal 30 menit lagi dan progressnya baru sampai 20%. Atau contoh lainnya pompa hidrolik.

5.       Perubahan tekanan yang mendadak
Contohnya, ketika kamu menerima telfon dari gebetan kamu -- yang biasanya BBM yang kamu kirim ke dia cuma sebatas "R"-- dia nanyain kabar kamu, bicara ini itu, haha hihi sehingga membuat kamu senang melayang ke langit ke tujuh. Tapi ujung-ujungnya dia ngundang ke acara nikahan dia... Atau contoh lainnya pengaruh perubahan cuaca terhadap tekanan udara.

Bagaimana Cara Menghindari Stress?
Stress merupakan hasil dari perbandingan/pembagian antara gaya yang bermain dengan luas penampang benda yang dikenai stress
Stress (P) =F/A

dimana ,
F              = gaya, dan
A             = luas penampang



Atau,

σ = P/A

dimana,
σ = perubahan regangan
P = beban yang bekerja
A = luas penampang benda

Jadi, besar kecilnya stress itu merupakan hasil perbandingan antara gaya yang memberikan tekanan/regangan dan luas penampang benda yang ditekan/regangan, jika gaya yang menekan itu besar dan luas penampang lebih besar, maka stress yang dihasilkan cuma bernilai kecil. 

...Tapi jika luas penampang lebih kecil dari gaya yang menekan maka niscaya jika benda itu terus diberi tekanan maka dia akan pecah/putus....

Sama juga dengan manusia, jika dia membuat jiwa dan pikirannya lebih luas dari tekanan yang diberikan kepadanya, maka dia tidak akan terpengaruh apa-apa, tetapi sebaliknya, jika dia mengecilkan “luas penampang” jiwa dan pikirannya, niscaya dia akan menjadi hasil dari stress yang berlebihan, yaaa jadinya gilingan cyiin..

Dari jaman Rasul juga sudah dijelaskan bahwa tidaklah Tuhan menimpakan cobaan kepada manusia melainkan tidak melebihi batas kemampuannya untuk menahan cobaan itu. Dalam Al-Quran ada beberapa ayat yang menyinggung tentang itu (5 atau 6 ayat kalau tidak salah), jadi artinya tekanan yang diberikan pada manusia sebanding dengan kemampuannya menahan tekanan tersebut, masalahnya adalah kemauan manusia untuk melawan tekanan tersebut dan membuat luas hati dan pikirannya untuk menerima tekanan dan beban yang ditimpakan kepadanya. 

Caranya bagaimana? Ya itu tergantung pribadi masing-masing. Apapun yang membuat hati jadi lapang, dan tekanan jadi berkurang.

Jadi secara fisika, psikologi dan agama menangani stress yang tidak perlu itu ya rumusnya sama, buat luas penampang lebih besar dari tekanan, maka nilai stress menjadi kecil. Semoga bermanfaat! v(^_^)

Rabu, 30 September 2015

A NEW FRESH START!!!

Sudah cukup lama blog ini terabaikan. tampaknya laba-laba tidak begitu ingin bersarang di kehampaan blog ini, karena cukup banyak juga yang berkunjung walaupun tak ada tulisan yang baru. Walau yang berkunjung hanya tersesat, tapi hendaknya ketika meninggalkan blog ini, ada juga sedikit banyak yang bisa jadi perenungan untuk akal sehat.

Sekarang saya mencoba kembali menulis di sini, mungkin menghibur, mungkin tidak...mungkin bisa mengajak untuk berpikir, mungkin juga tidak bermanfaat..tergantung bagaimana cara pandang pembaca melihatnya sajalah..let your imagination tells you what your mind digest from this blog..:)

...dan dengan demikian..blog ini saya buka kembali dengan sebuah quote dari Joyce Carol Oates:

“Membaca adalah satu-satunya cara di mana kita bisa tergelincir, tanpa sadar, dan sering tak berdaya, ke dalam kulit orang lain, suara orang lain, jiwa orang lain."


Jumat, 02 Mei 2014

PERINGATAN HARDIKNAS, UNTUK APA?


2 Mei 1922, tanggal di saat lahirnya seorang yang digelari Pelopor Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Pendiri Taman Siswa, sekolah yang memberikan kesempatan mendapatkan pendidikan untuk pribumi jelata seperti halnya priyayi dan Belanda di saat itu. Beliau juga mengenalkan tiga azas pendidikan, Ing Ngarso Sung Tulodo, yang di depan dapat memberikan teladan yang baik, Ing Madya Mangun Karso, yang di tengah sama-sama mencapai tujuan, dan yang paling populer dalam dunia pendidikan, Tut Wuri Handayani, yang di belakang dapat mengarahkan menuju hasil optimal.

Yah, sampai sekarang, demi menghargai jasa seorang Ki Hajar Dewantara, diperingatilah tanggal kelahiran beliau sebagai Hari Pendidikan Nasional. Hari dimana kita semua kembali diingatkan bahwa tanpa ada pendidikan, tak akan ada orang-orang besar di negeri ini. Tanpa pendidikan, tak akan ada ilmuwan, politisi, dokter, insinyur, perawat, manajer, presiden, menteri, hakim, dan seterusnya, dan seterusnya. Tanpa ada ilmu pengetahuan yang diberikan para pendidik, kehidupan manusia hanya akan memanfaatkan alam sebatas apa yang diberikan oleh alam tanpa manusia tahu bagaimana cara membuatnya lebih baik. Pendidikan adalah dasar utama pembangunan dan pengembangan kehidupan manusia.

Saya jadi ingat pelajaran sejarah di SMP dulu, guru saya pernah bercerita, saat Hiroshima dan Nagasaki jadi sebuah pembuktian rumus Einstein oleh Amerika dengan menjatuhkan “Little Boy” dan “Fat Man”, yang pertama kali ditanyakan kaisar Hirohito bukan berapa jumlah korban jiwa, tapi berapa guru yang tersisa akibat ledakan dahsyat tersebut. Begitu pentingnya pendidikan oleh bangsa negeri matahari terbit itu, sekarang kita bisa melihat hasilnya dan kita juga ikut menikmatinya, karena memang sebagian besar teknologi kita dipasok dari sana.

Indonesia, pada tanggal 2 mei, guru adalah sorotan utama dari media-media nasional dan daerah, tentang bagaimana kerja guru, guru yang kesejahteraannya masih belum membaik, ucapan salut kepada “Oemar Bakri-Oemar Bakri” yang mau mengajar di pelosok negeri dengan gaji seadanya, guru begini, guru begitu, pokoknya yang baik baiklah, atau yang memprihatinkan.

Kesejahteraan guru di Indonesia belum sebaik di negara lain, tolong jangan dibandingkan, apalagi dengan tetangga dekat kita saja, Malaysia.Tolong. Jangan,membuat miris saja. Ya, Pemerintah memang memberi tambahan tunjangan sertifikasi bagi guru-guru yang memenuhi syarat. Tapi apa daya, harga bahan pokok yang juga ikut melonjak akibat dikoar-koarkannya tunjangan tersebut menjadikan insentif tambahan yang (tidak dipastikan) keluar sekali 3 bulan itu hanya sebagai bahan penambal hutang saja.

Dari yang saya lihat, guru mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah demi kesejahteraan mereka, tapi alangkah baiknya keluar tunjangan dan naiknya gaji tidak digembar gemborkan di media agar harga bahan-bahan tidak ikut melonjak. Cerita dari orang tua saya yang juga sebagai guru, di jaman Soeharto memerintah dulu, saat mengumumkan RAPBN di TVRI dan RRI, beliau memberitakan hasil pertanian yang melimpah, hasil laut yang banyak, negara yang semakin makmur, dan sebagainya, dan sebagainya. Namun beliau menambahkan kalau sangat disayangkan sekali gaji guru dan ABRI tidak naik. Alangkah nestapa perasaan guru dan ABRI di kala itu, tapi itu hanya sementara, beberapa hari kemudian keluarlah edaran bahwa sebenarnya gaji naik, dan edaran itu tidak diketahui seluruh kalangan masyarakat sehingga harga tetap stabil. Sekarang? Baru kabar angin saja, sudah ada headline koran yang sangat besar gaji guru naik sekian persen, pedagangpun pasang harga bahan pokok dengan harga sekian persen lebih tinggi, dan mirisnya gaji guru baru naik setelah beberapa bulan kemudian. Yah, Saya yakin pemerintahan selanjutnya punya strategi tersendiri mengimbangkan kesejahteraan pegawai negara dengan gonjang-ganjing harga kebutuhan pokok.

Membahas Hari Pendidikan Nasional rasanya akan timpang jika hanya membahas dari sisi tenaga pendidik saja. Sekarang bagaimana apresiasi pemerintah terhadap anak-anak berprestasi hasil didikan para guru tersebut, yang ingin membuat Indonesia yang lebih baik?

Anak-anak Indonesia yang mampu mengaplikasikan ilmu mereka untuk membuat hal baru ataupun membuat teknologi yang lebih praktis ternyata lebih dihargai di negara lain. Ambil beberapa contoh:

Josaphat T.S Sumantyo, penemu radar 3 dimensi, penghargaan The Society of Instrument and Control Engineers (SICE) Remote Sensing Division Award (Jepang).
Dr. Warsito, seorang ilmuwan yang mengembangkan teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) 4 Dimensi pertama di dunia, satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik, sekaligus pemilik paten ECVT yang didaftarkan di dokumen paten Amerika Serikat.
Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, Penemu Membran Sel Bahan Bakar, mendapat penghargaan Mizuno Award, dan Koukenkai Award berkat hasil temuannya berupa katalis fuel cell baru yang menggunakan unsur Vanadium. (Jepang).
Prof. Dr. Khoirul Anwar, Penemu sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing), bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.
Dr. Yogi Ahmad Erlangga, Penemu rumus matematika berdasarkan persamaan Herlmholtz guna pencarian sumber minyak bumi, dinobatkan sebagai doktor matematika terapan di Belanda. Berkat temuannya yang mempunyai akurasi tinggi dalam pencarian sumber minyak bumi, insinyur minyak bisa bekerja lebih cepat.
Ricky Elson, seorang teknokrat Indonesia yang ahli dalam hal teknologi motor penggerak listrik. telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang.

Kenapa mereka lebih bisa berkembang di luar sana? Padahal mereka bisa saja membuat penemuan mereka di Indonesia. Mungkin jawabannya negara-negara seperti Jepang, AS, Belanda, dan negara-negara maju itu memberikan previllege untuk para ilmuwan dalam mengembangkan ilmu yang mereka punya dengan diberikan fasilitas-fasilitas terbaik melalui riset dan pengembangan.


Lalu bagaimana dengan negeri kita sendiri? Entahlah, sudah banyak yang menanyakan hal tersebut, tapi memang belum dapat jawabannya, atau memang sengaja disembunyikan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Wallahualam. Semoga saja, dengan peringatan hari pendidikan nasional ini,  mereka yang punya kuasa atas pemerintahan ini juga kembali ingat asas Tut Wuri Handayani agar benar-benar mau mendukung anak-anak bangsa yang ingin membangun Indonesia menjadi lebih baik.

sekiranya ada yang salah dalam penulisan saya di atas, kepada Allah saya mohon ampun, kepada saudara saya minta maaf. Selamat hari pendidikan nasional.

Rudi Ade Putra (Urang Kadai), Maninjau, Sumatera Barat
2 Mei 2014
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com