Selasa, 31 Juli 2018

Mana yang Membunuh? Tegangan Atau Arus?


Sebelum kita menentukan siapa pembunuh sebenarnya, mari kita kenalan dulu dengan listrik. Apa sih yang dimaksud dengan listrik?

Kalau mau disederhanakan, listrik sebenarnya definisinya sama saja dengan arus air. Listrik adalah elektron yang bergerak. Elektron yang mengalir di kabel penghantar, sama dengan air yang mengalir di pipa. Hanya saja elektron mengalir di kulit terluar konduktor atau benda penghantarnya, tidak sama seperti air yang mengalir di dalam pipa.

Bagaimana caranya air mengalir? Ya air mengalir dari daerah yang memiliki beda level ketinggian, karena seperti yang kamu tahu juga, dengan bantuan gaya gravitasi, massa pada titik yang lebih tinggi memiliki energi potensial lebih besar dari pada massa yang lebih rendah. Dan ketika massa bergerak, dia melepaskan energi tambahan dengan cara turun ke tingkatan terbawah yang bisa dicapainya, dan jadilah arus air.

Tapi elektron tidak bekerja layaknya air mengalir karena elektron tidak punya massa yang cukup dan ada banyak sekali reaksi listrik yang lebih besar di antara elektron-elektron itu sendiri, seperti pada inti atom. Jadi jika kamu menggantung kabel di tempat yang tinggi, elektron tidak begitu saja mengalir seperti air. Jadi harus ada tekanan atau pemaksaan yang diperlukan, dan untuk memaksa elektron bergerak kita sebut dengan tegangan.

Tegangan sama halnya dengan tekanan. Jadi untuk membuat elektron itu bergerak, maka harus ada perbedaan tegangan antara dua ujung kawat agar bisa membuat elektron itu bergerak dari ujung satu ke ujung lainnya.

Tegangan sama dengan arus dikali dengan hambatan (V = I x R). Jadi karena semua benda di sekitar kita punya resistansi atau hambatan, maka tegangan dibutuhkan untuk menciptakan arus listrik. Tapi anggaplah jika ada suatu benda penghantar listrik yang resistansinya sama dengan nol, tegangan bisa jadi nol dan mungkin saja, mungkin ya.. arus masih tetap bisa mengalir.

Jadi mungkin untuk superkonduktor yang bekerja pada suhu hampir nol absolut, kamu tidak butuh tegangan untuk menciptakan arus listrik(?) Tapi itu diragukan juga, karena walaupun tak ada resistansi, tapi pastinya ada tarik menarik antar partikel bermuatan listrik di dalam superkonduktor tersebut yang akan mengatur kemana elektron akan mengalir dan pada akhirnya tidak mengalir kemana-mana.

Jadi elektron-elektron itu tidak bergerak begitu saja, pasti ada sesuatu yang membuat mereka bergerak. Kalau begitu kita bisa bilang, elektron membutuhkan energi untuk bergerak.

Dengan kata lain, dibutuhkan energi untuk menghasilkan arus listrik. Arus listrik yang mengalir ke dalam tubuh memang bisa membunuh kita, tapi dibutuhkan tegangan yang cukup untuk menciptakan nilai arus yang bisa mencapai organ tubuh tertentu dan membunuhnya.

Analoginya adalah,  jika saya melempar seseorang dengan batu, dan orang itu mati. Yang membunuh orang itu adalah batunya, tapi yang melempar batu itu adalah saya. Dan tentunya batu tidak bisa diminta pertanggungjawabannya, ya kan?

Jadi artinya, tegangan dan arus listrik adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan. jika arus listrik adalah sebagai senjata pembunuh, dan yang menjadi pembunuhnya adalah tegangan.

Itu...

Kamis, 22 Oktober 2015

ESENSI ZAKAT DILIHAT DARI ILMU PENGUKURAN TEKNIK



PENGUKURAN DALAM ILMU TEKNIK

Dalam ilmu teknik pengukuran adalah suatu pembandingan antara suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis secara eksperimen dan salah satu besaran dianggap sebagai standar. Dalam pengukuran listrik terjadi juga pembandingan, dalam pembandingan ini digunakan suatu alat Bantu (alat ukur). Alat ukur ini sudah dikalibrasi, sehingga dalam pengukuran listrikpun telah terjadi pembandingan. Sebagai contoh pengukuran tegangan pada jaringan tenaga listrik dalam hal ini tegangan yang akan diukur diperbandingkan dengan penunjukkan dari Voltmeter.

Pengukuran hanya akan terjadi jika mempunyai tiga syarat, yaitu:
-          Ada cara pengukuran
-          Ada alat pengukuran,
-          Ada orang yang mengukur

Pengukuran ada dua jenis, yaitu pengukuran kualitatif dan pengukuran kuantitatif. Contoh pengukuran kualitatif
·         Lampu nyala, motor bergerak, AC dingin

Jadi, kita hanya melihat dari apa yang sudah dihasilkan tanpa harus menjelaskan lebih lanjut nilai dari hasil tersebut.

Dan contoh dari pengukuran kualitatif
·         Tegangan listrik rumah adalah sebesar 220 V
·         Membeli buah semangka seberat 1 Kg
·         Suhu AC agar tidak terlalu dingin diatur 220C

Nah, yang namanya pengukuran kualitatif, tak ada hasil yang benar-benar bernilai sebesar yang ada dalam alat ukur. Yang ada hanyalah nilai yang mendekati. Misal,
Tegangan 220V tidaklah nilai yang pasti 220V, nilainya berubah-ubah. Misalnya 222V, atau 225V. Tapi dalam sebuah pengukuran nilai tersebut dibulatkan menjadi nilai standar, yaitu 220V.
Atau, berat semangka yang 1Kg tadi tidaklah benar-benar seberat 1 Kg, bisa 0,009Kg, bisa juga 1,009 Kg. Tapi dalam pengukuran diambil nilai yang mendekati nilai standarnya yaitu 1Kg.

ZAKAT dan HUBUNGANNYA DENGAN PENGUKURAN TEKNIK

Pengukuran yang telah dijelaskan di atas berhubungan erat dengan zakat. Apa hubungannya? Mari kita bahas.

Manusia telah membagi dunia ini dalam bentuk negara. Dalam satu negara manusia di dalamnya tentulah mencari kehidupan dengan caranya masing-masing. Ada dengan cara berdagang, bertani dan menjual hasil taninya, menjadi nelayan dan kemudian menjual hasil tangkapannya, ada yang menjadi pegawai negeri yang bekerja untuk negara, dan lain lain dan lain lain. Pada akhirnya setiap penghidupan rakyat dalam satu negara berkaitan satu sama lain. Contohnya seperti, pegawai membeli beras petani, petani membeli ikan nelayan, nelayan juga membeli beras dan menjual ikannya pada pegawai.

Masalahnya adalah dunia bukanlah tempat yang benar-benar bersih. Penghasilan halal tidaklah benar-benar halal. Petani tidak mendapatkan hasil penjualannya dengan benar-benar bersih, nelayan juga begitu. apalagi pegawai negeri.

Kenapa bisa begitu? jawabannya kita balikkan lagi ke masalah pengukuran.

Saat nelayan menjual hasil berasnya sebanyak 1 Kg. Yang terlihat pada timbangan memang sebanyak 1Kg, tapi apa benar-benar bersih 1Kg? Mungkin lebih, mungkin pula kurang,  tapi mendekati ke 1Kg. Kalau lebih, artinya yang membeli telah memakan hak si petani, kalau kurang, artinya sipetani telah memakan haknya si pembeli. Nelayanpun seperti itu.

Sekarang bagaimana dengan pegawai negeri? Mereka kan mendapatkan gaji perbulan? Dan bagaimana bisa gaji perbulan bisa dimasukkan kategori tidak bersih?

Oke, gaji pegawai negeri berasal dari pendapatan negara, dan pendapatan terbesar negara itu berasal dari pajak. Pajak apa? Yaa banyak. Bumi dan bangunan kena pajak, jalan kena pajak, orang jualan elektronik kena pajak, jualan mobil kena pajak.

Orang jualan miras? Kena pajak gak? Iya.
Orang jualan babi? Kena pajak gak? Iya.
Orang bisnis diskotik? Kena pajak juga? Iya.

Nah, pajak-pajak tersebut dikumpulkan menjadi satu, kemudian menjadi anggaran negara yang digunakan untuk pembangunan dan gaji para pegawai negeri.

Halalkah gaji pegawai negeri? Halal, tapi di dalamnya ada bawaan dari uang-uang yang panas kumpulan hasil pajak tadi.

Allah SWT Maha Tahu.. Allah SWT sudah tahu dari dahulu kalau manusia dalam mencari penghidupannya akan tercampur baur antara orang-orang yang mencari secara halal dan mencari secara haram. Bahkan pencarian yang halalpun tidak benar-benar bersih dalam pengukurannya. Makanya di dalam Islam diwajibkan untuk berzakat yang manfaatnya adalah untuk membersihkan jentik-jentik uang panas yang tersisa dari pencarian kita yang kita usahakan secara halal tersebut. 

 Selain itu zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, trasendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Sang Pencipta maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, antara lain :

1.    Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT

2.    Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. Sedang ia sendiri tak memiliki apa apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.

3.    Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlak mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan bathin karena terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajiban kemasyarakatan, akan selalu melingkupi hati.

4.    Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbangan dalam distribusi harta (sosial distribution), dan keseimbangan tanggungjawab individu dalam masyarakat

Demikian penjelasan hubungan antara zakat dan pengukuran teknik. Kalau semisalnya ada penjelasan saya yang salah, mohon maafkan saya dan  mohon koreksinya agar ilmu yang ada bisa lebih bertambah..Semoga tulisan yang pendek ini bisa bermanfaat! ^_^

Jumat, 16 Oktober 2015

Stress dalam Fisika dan Kehidupan serta Hubungannya





Konsep Stress
Apa itu stress? Secara teori fisika maupun teori kehidupan sebenarnya stress itu sama. Stress itu adalah gaya yang dipaksakan pada sebuah penampang entah itu secara tekanan maupun regangan. Orang bilang  stress di fisika itu gak sama dengan stress gila, well, pada kenyataannya orang gila itu adalah hasil dari stress yang berlebihan, sama seperti telur yang diberi tekanan, maka akan pecah, jadi telur pecah itu adalah hasil dari stress. Sama kaya orang gila tadi. Atau karet yang diregang sampai putus. Artinya karet itu diberi stress yang berlebihan dan akhirnya putus. Sama kaya orang gila.


Beberapa Hal Yang Menyebabkan Stress

Ada beberapa hal yang menyebabkan stress:

1.       Gravitasi
Contohnya, bayangan mantanmu yang menarik-narik kamu ke masa lalu walau itu sudah beberapa tahun yang lalu dan sampai sekarang kamu belum move on juga dan takut menjalin hubungan dengan yang baru. Atau contoh lainnya bisa juga gravitasi bumi.

2.       Gaya sentrifugal atau bahasa lainnya putaran gaya yang menjauh dari pusatnya
Contohnya, ketika kamu menyatakan cinta ke gebetan kamu, Cuma jawabannya digantung dan penjelasannya beputar-putar, dan kamu juga enggan untuk melepaskannya. Atau contoh lainnya mesin pemutar sampel darah untuk tujuan analisa

3.       Pemanasan atau pendinginan
Contohnya, ketika kamu berkendara dan terjebak macet parah, dan orang di belakangmu membunyikan klakson gak berhenti-berhenti. Atau contoh lainnya pemuaian pada rel kereta api atau kabel distribusi listrik.

4.       Tekanan
Contohnya, deadline kerja kamu Cuma tinggal 30 menit lagi dan progressnya baru sampai 20%. Atau contoh lainnya pompa hidrolik.

5.       Perubahan tekanan yang mendadak
Contohnya, ketika kamu menerima telfon dari gebetan kamu -- yang biasanya BBM yang kamu kirim ke dia cuma sebatas "R"-- dia nanyain kabar kamu, bicara ini itu, haha hihi sehingga membuat kamu senang melayang ke langit ke tujuh. Tapi ujung-ujungnya dia ngundang ke acara nikahan dia... Atau contoh lainnya pengaruh perubahan cuaca terhadap tekanan udara.

Bagaimana Cara Menghindari Stress?
Stress merupakan hasil dari perbandingan/pembagian antara gaya yang bermain dengan luas penampang benda yang dikenai stress
Stress (P) =F/A

dimana ,
F              = gaya, dan
A             = luas penampang



Atau,

σ = P/A

dimana,
σ = perubahan regangan
P = beban yang bekerja
A = luas penampang benda

Jadi, besar kecilnya stress itu merupakan hasil perbandingan antara gaya yang memberikan tekanan/regangan dan luas penampang benda yang ditekan/regangan, jika gaya yang menekan itu besar dan luas penampang lebih besar, maka stress yang dihasilkan cuma bernilai kecil. 

...Tapi jika luas penampang lebih kecil dari gaya yang menekan maka niscaya jika benda itu terus diberi tekanan maka dia akan pecah/putus....

Sama juga dengan manusia, jika dia membuat jiwa dan pikirannya lebih luas dari tekanan yang diberikan kepadanya, maka dia tidak akan terpengaruh apa-apa, tetapi sebaliknya, jika dia mengecilkan “luas penampang” jiwa dan pikirannya, niscaya dia akan menjadi hasil dari stress yang berlebihan, yaaa jadinya gilingan cyiin..

Dari jaman Rasul juga sudah dijelaskan bahwa tidaklah Tuhan menimpakan cobaan kepada manusia melainkan tidak melebihi batas kemampuannya untuk menahan cobaan itu. Dalam Al-Quran ada beberapa ayat yang menyinggung tentang itu (5 atau 6 ayat kalau tidak salah), jadi artinya tekanan yang diberikan pada manusia sebanding dengan kemampuannya menahan tekanan tersebut, masalahnya adalah kemauan manusia untuk melawan tekanan tersebut dan membuat luas hati dan pikirannya untuk menerima tekanan dan beban yang ditimpakan kepadanya. 

Caranya bagaimana? Ya itu tergantung pribadi masing-masing. Apapun yang membuat hati jadi lapang, dan tekanan jadi berkurang.

Jadi secara fisika, psikologi dan agama menangani stress yang tidak perlu itu ya rumusnya sama, buat luas penampang lebih besar dari tekanan, maka nilai stress menjadi kecil. Semoga bermanfaat! v(^_^)

Rabu, 30 September 2015

A NEW FRESH START!!!

Sudah cukup lama blog ini terabaikan. tampaknya laba-laba tidak begitu ingin bersarang di kehampaan blog ini, karena cukup banyak juga yang berkunjung walaupun tak ada tulisan yang baru. Walau yang berkunjung hanya tersesat, tapi hendaknya ketika meninggalkan blog ini, ada juga sedikit banyak yang bisa jadi perenungan untuk akal sehat.

Sekarang saya mencoba kembali menulis di sini, mungkin menghibur, mungkin tidak...mungkin bisa mengajak untuk berpikir, mungkin juga tidak bermanfaat..tergantung bagaimana cara pandang pembaca melihatnya sajalah..let your imagination tells you what your mind digest from this blog..:)

...dan dengan demikian..blog ini saya buka kembali dengan sebuah quote dari Joyce Carol Oates:

“Membaca adalah satu-satunya cara di mana kita bisa tergelincir, tanpa sadar, dan sering tak berdaya, ke dalam kulit orang lain, suara orang lain, jiwa orang lain."


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com